Category Archives: muslimah dan adab-adabnya

Penampilan Seperti Ini Bukanlah Teroris | Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com

Penampilan Seperti Ini Bukanlah Teroris | Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com.

Iklan

Jalan Terdekat Menuju Syurga

Bismillahirrahmanirrahim

Surga…negeri indah yang jauh di mata, tapi setiap jiwa mengharapkannya. Ada yang berusaha sungguh-sungguh, ada pula yang jatuh bangun untuk mendapatkannya. Tapi…adapula yang putus asa, sehingga membiarkan dirinya tenggelam dalam kubangan dosa. Mengapa? Karena, ia merasa jalan ke surga itu sulit, melelahkan serta banyak rintangan.

 

Sungguh, wahai kawan yang hampir putus asa, atau telah berputus asa, dan kawan-kawan yang tak ingin berputus asa, telah ku dapati percakapan penuh nasehat dalam tulisan yang singkat, tentang jalan paling mudah dan dekat menuju surga…

Inilah percakapan yang ku maksud…

Si Fulan bertanya pada temannya,

“Wahai saudaraku tercinta! Apakah engkau menginginkan surga?”

Temannya menjawab,

“Siapakah dari kita yang tidak ingin masuk surga? Siapa di antara kita yang tak ingin mendapatkan kenikmatan yang kekal abadi? Dan siapakah di antara kita yang tak ingin merasakan kesenangan yang kekal, serta kelezatan-kelezatan yang terus menerus, yang tak kan lenyap dan tak pula terputus?”

Si Fulan berkata,

“Kalau begitu…maka mengapa engkau tak beramal shalih yang dapat menyampaikanmu ke surga?”

Temannya menjawab,

“Sesungguhnya jalan ke surga itu sulit, panjang, penuh rintangan dan duri. Sedangkan diriku ini lemah, tak dapat aku bersabar atas kesulitan dan kesusahan yang terdapat di jalan itu.”

Si Fulan berkata,

“Saudaraku…jika engkau merasa tidak dapat bersabar dalam mentaati perintah-perintah Allah, serta bersabar untuk menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat selama di dunia, lalu bagaimana engkau akan bersabar jika nanti di akhirat engkau menjadi penghuni neraka Jahannam?! semoga Allah melindungi aku darinya.”

Temannya menjawab,

“Inilah yang mempengaruhiku dan menjadikanku bimbang dalam urusanku. Akan tetapi, aku tidak mengetahui apa yang harus kulakukan dan dari mana aku harus memulainya…. Dan sungguh aku telah terlanjur terjerumus ke jalan maksiat dan hal-hal yg diharamkan.”

Si Fulan berkata,

“Aku akan menunjukkan padamu jalan pintas yang akan menyampaikanmu ke surga. Dan jalan ini adalah jalan yang mudah, tidak ada kesulitan maupun usaha yang berat di dalamnya.”

Temannya berkata,

“Tunjukkan padaku jalan itu, semoga Allah merahmatimu. Sungguh aku selalu ingin memngetahui jalan yang mudah itu.”

Si Fulan berkata,

“Jalan yang dimudahkan ini, dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Al-Fawaaid”, dimana beliau berkata,

’Marilah masuk ke surga Allah…serta berdekatan denganNya di Negeri Keselamatan…tanpa ada letih…tanpa ada kesulitan…dan tanpa ada susah payah…bahkan melalui jalan yang terdekat dan yang termudah…’

’Sesungguhnya, engkau saat ini sedang berada pada satu masa di antara dua masa…dan pada hakikatnya masa itu adalah umurmu…yaitu dimana saat ini engkau ada…di antara masa yang telah lalu dan masa yang akan datang…’

’Adapun masa yang telah lalu…maka ia diperbaiki dengan taubat, penyesalan serta permohonan ampun…dan itu bukanlah sesuatu yang sulit bagimu…serta tidak memerlukan amal-amal yang berat…karena sesungguhnya ia hanyalah amalan hati…’

’Dan pada masa yang akan datang…berusahalah menjauhi dosa-dosa…

dan usahamu untuk menjauhi dosa itu adalah hanya berupa usaha untuk  meninggalkan dan bukanlah ia merupakan amalan anggota badan yang menyusahkanmu karena sesungguhnya ia hanyalah berupa kesungguhan serta niat yang kuat…yang akan menyenangkan jasadmu, hatimu serta rahasia-rahasiamu…’

“Apa yang terjadi pada masa lalu, diperbaiki dengan taubat…dan di masa mendatang diperbaiki dengan penghindaran (dari yang haram) dengan kesungguhan serta niat… dan tidak ada kesusahan bagi anggota tubuh atas dua usaha ini.”

“Akan tetapi, yang terpenting dalam masa kehidupanmu adalah masa di antara dua masa (yaitu dimana saat ini engkau berada). Jika engkau menyia-nyiakannya maka engkau telah menyia-nyiakan kebahagiaan dan kesuksesanmu. Namun, jika engkau menjaganya dengan perbaikan dua masa, yaitu masa sebelum dan sesudahnya, dengan cara yang telah disebutkan…maka engkau akan selamat dan menang dengan mendapatkan kelapangan, kelezatan serta kenikmatan…”

Maka, inilah jalan ke surga yang mudah itu….

Bertaubat atas apa yang telah lalu kemudian beramal sholeh serta meninggalkan maksiat pada masa yang akan datang.

Si Fulan menambahkan,

Dan kusampaikan pula padamu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Setiap ummatku akan masuk surga, kecuali yang enggan!” maka shahabat bertanya, siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab, “Siapa yang mentaatiku maka ia masuk surga dan siapa yang tidak taat padaku maka ialah yang enggan” (HR Al-Bukhari)

Dan juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

“Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dibandingkan dekatnya tali sendalnya terhadapnya, demikian pula dengan neraka.” (Muttafaqun ‘alaih).

***

Diterjemahkan dari Buletin Aqrabuthariq Ilal Jannah, Edisi 131, Madarul Wathan, Riyadh, KSA oleh Tim Penerjemah Muslimah.or.id
Murojaah: Abu Mushlih Ari Wahyudi

***

Artikel muslimah.or.id

 

Hukum Mencela Masa

Posted: 17 Oct 2010 12:00 AM PDT

Soal: Bagaimana hukumnya mencela masa?

Jawab:
Mencela masa terbagi menjadi tiga macam.

Pertama, sekedar pernyataan tanpa maksud menjelekkan. Hal seperti ini boleh, contohnya: “Hari ini kami merasa lelah karena udara sangat panas,” atau “…udara sangat dingin,” atau kata-kata lain yang serupa. Demikianlah, karena setiap perbuatan tergantung pada niatnya dan kata-kata seperti itu boleh atau patut sebagai suatu pernyataan atau berita semata-mata.

Kedua, mencela masa sebagai sebab, misalnya mencela masa dengan maksud bahwa masa itulah yang menjadikan sebab berubahnya sesuatu menjadi baik atau buruk. Pernyataan seperti itu adalah kesyirikan berat karena orang yang melakukannya berkeyakinan bahwa disamping Allah Ta’ala ada pencipta lain sehingga kejadian-kejadian yang terjadi dikaitkan kepada selain Allah Ta’ala.

Ketiga, mencela masa dengan berkeyakinan bahwa penyebabnya adalah Allah Ta’ala. Masa dicela karena menjadi penggerak terjadinya perkara-perkara yang tidak disukai. Hal seperti ini diharamkan karena orang yang melakukannya telah mengesampingkan kesabaran yang wajib dimiliki dalam menghadapi cobaan. Akan tetapi ia tidak mencela Allah Ta’ala secara langsung. Sekiranya ia mencela Allah Ta’ala secara langsung (menyalahkan Allah Ta’ala atas kejadian buruk itu) maka ia kafir.

***
Syaikh Ibnu Utsaimin
Majmu’ Fataawa wa Rasaail, juz 1
Diketik ulang dari buku Fatwa Kontemporer Ulama Besar Tanah Suci Penerbit Media Hidayah.

Catatan Tambahan: (oleh Abu Rumaysho Muhammad Abduh Tausikal)
Perlu kita ketahui bersama bahwa mencela waktu adalah kebiasaan orang-orang musyrik. Mereka menyatakan bahwa yang membinasakan dan mencelakakan mereka adalah waktu. Allah pun mencela perbuatan mereka ini. Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa (waktu)“, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al Jatsiyah [45] : 24).

Jadi, mencela waktu adalah sesuatu yang tidak disenangi oleh Allah. Itulah kebiasan orang musyrik dan hal ini berarti kebiasaan yang jelek.

Begitu juga dalam berbagai hadits disebutkan mengenai larangan mencela waktu.

Dalam shohih Muslim, dibawakan Bab dengan judul ’larangan mencela waktu (ad-dahr)’. Di antaranya terdapat hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim no. 6000)

Dalam lafadz yang lain, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَقُولُ يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ. فَلاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ. فَإِنِّى أَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ لَيْلَهُ وَنَهَارَهُ فَإِذَا شِئْتُ قَبَضْتُهُمَا

Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mengatakan ’Ya khoybah dahr’ [ungkapan mencela waktu, pen]. Janganlah seseorang di antara kalian mengatakan ’Ya khoybah dahr’ (dalam rangka mencela waktu, pen). Karena Aku adalah (pengatur) waktu. Aku-lah yang membalikkan malam dan siang. Jika suka, Aku akan menggenggam keduanya.” (HR. Muslim no. 6001)

An Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shohih Muslim (7/419) mengatakan bahwa orang Arab dahulu biasanya mencela masa (waktu) ketika tertimpa berbagai macam musibah seperti kematian, kepikunan, hilang (rusak)-nya harta dan lain sebagainya sehingga mereka mengucapkan ’Ya khoybah dahr’ (ungkapan mencela waktu, pen) dan ucapan celaan lainnya yang ditujukan kepada waktu.

Setelah dikuatkan dengan berbagai dalil di atas, jelaslah bahwa mencela waktu adalah sesuatu yang telarang. Kenapa demikian? Karena Allah sendiri mengatakan bahwa Dia-lah yang mengatur siang dan malam. Apabila seseorang mencela waktu dengan menyatakan bahwa bulan ini adalah bulan sial atau bulan ini selalu membuat celaka, maka sama saja dia mencela Pengatur Waktu, yaitu Allah ’Azza wa Jalla.

Perlu diketahui bahwa mencela waktu bisa membuat kita terjerumus dalam dosa bahkan bisa membuat kita terjerumus dalam syirik akbar (syirik yang mengeluarkan pelakunya dari Islam).

Maka perhatikanlah saudaraku, mengatakan bahwa waktu tertentu atau bulan tertentu adalah bulan sial atau bulan celaka atau bulan penuh bala bencana, ini sama saja dengan mencela waktu dan ini adalah sesuatu yang terlarang. Mencela waktu bisa jadi haram, bahkan bisa termasuk perbuatan syirik. Hati-hatilah dengan melakukan perbuatan semacam ini. Oleh karena itu, jagalah selalu lisan ini dari banyak mencela. Jagalah hati yang selalu merasa gusar dan tidak tenang ketika bertemu dengan satu waktu atau bulan yang kita anggap membawa malapetaka. Ingatlah di sisi kita selalu ada malaikat yang akan mengawasi tindak-tanduk kita.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16) إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan para malaikat Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (QS. Qaaf [50] : 16-17)

***
Artikel muslimah.or.id,

 

Adab berpakaian (1)

pakaian merupakan salah satu nikmat sangatbesar yang Allah berikan kepada para hambanya,Islam mengajarkan agar seorang muslimberpakain dengan pakaian islami dengan tuntunanyang telah Allah dan Rasul-Nya ajarkan. Berikut iniadalah adab-adab berkenaan dengan berpakaian yangsepantasnya di ketahui oleh seorang muslim: Mendahulukan Yang KananDi antara sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah mendahulukan yang kanan ketika memakaipakaian dan semacamnya. Dalil pokok dalam masalahini, dari Aisyah Ummul Mukminin beliau mengatakan,”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukanyang kanan ketika bersuci, bersisir dan memakaisandal.” (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam redaksi Muslim (HR. Muslim -ed) dikatakan,”Rasulullah menyukai mendahulukan yang kanandalam segala urusan, ketika memakai sandal, bersisirdan bersuci.”Mengomentari hadits di atas, Imam Nawawimengatakan, “Hadits ini mengandung kaidah bakudalam syariat, yaitu segala sesuatu yang mulia dan bernilai maka dianjurkan untuk mendahulukan yangkanan pada saat itu semisal memakai baju, celanapanjang, sepatu, masuk ke dalam masjid, bersiwak,bercelak, memotong kuku, menggunting kumis,menyisir rambut, mencabut bulu ketiak, menggundulkepala, mengucapkan salam sebagai tanda selesaishalat, membasuh anggota wudhu, keluar dari WC,makan dan minum, berjabat tangan, menyentuh hajaraswad dan lain-lain. Sedangkan hal-hal yangberkebalikan dari hal yang diatas dianjurkan untukmenggunakan sisi kiri semisal masuk WC, keluar darimasjid, membuang ingus, istinjak, mencopot baju,celana panjang dan sepatu. Ini semua dikarenakan sisikanan itu memiliki kelebihan dan kemuliaan.” (SyarahMuslim, 3/131) Adab Memakai SendalYang sesuai sunnah berkaitan dengan memakai sandaladalah memasukkan kaki kanan terlebih dahulu barukaki kiri. Ketika melepas kaki kiri dulu baru kakikanan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulaiyang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulaiyang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yangpertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yangsandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Larangan Hanya Memakai Satu SandalDemikian pula seorang muslim dimakruhkan hanya4menggunakan satu buah sandal. Dari Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika tali sandal kalian copot makajanganlah berjalan dengan satu sandal sehinggamemperbaiki sandal yang rusak.” (HR. Muslim)Demikian pula dari Abu Hurairah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “janganlahkalian berjalan menggunakan satu sandal. Hendaknyakedua sandal tersebut dilepas ataukah keduanyadipakai.” (HR. Bukhari dan Muslim)Perlu diketahui bahwa dua hal di atas hukumnyaadalah dianjurkan dan tidak wajib. Oleh karena itu,orang yang mendapatkan masalah dengan alas kakinyakarena tali sandal copot maka hendaknya berhentisejenak untuk memperbaiki sandal tersebut untukmelepas semua sandal lalu melanjutkan perjalanan.Tidak sepantasnya bagi seorang mukmin menyelisihilarangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meskipunhukumnya makruh dan tidak sampai derajat haram.Hendaknya kita berlatih dan membiasakan diri untukmengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamlahir dan bathin sehingga mendapatkan kemuliaankarena ittiba’ dengan sunnah Nabi secara hakiki.Sebenarnya, makna eksplisit dari larangan memakaisatu sandal adalah menunjukkan hukum haram andaitidak terdapat pernyataan Imam Nawawi yangmengklaim bahwa memakai dua sandal sekaligus itudisepakati sebagai perkara yang dianjurkan dan tidakwajib. Dalam Riyadhus Shalihin beliau memberi judul5untuk hadits-hadits di atas dengan hukum makruhsaja. Maka keabsahan nukilan ini perlu dikaji denganlebih seksama jika ternyata tidak benar maka maknaeksplisit larangan dan berbagai penjelasan ulamatentang motif larangan ini menunjukkan bahwasanyamenggunakan satu alas kaki saja itu hukumnyaharam. Perkataan Para Ulama Tentang Sebab PelaranganTersebutMengenai larangan berjalan dengan satu sandal, paraulama memberikan beragam keterangan tentang motifNabi dengan larangan tersebut. Imam Nawawimenyatakan bahwa para ulama mengatakan sebablarangan tersebut adalah karena menyebabkanpemandangan yang tidak pantas dilihat. Nampak cacatdan menyelisihi sikap wibawa. Di samping itu, kakiyang bersandal jelas lebih tinggi daripada kaki yanglain. Hal ini tentu menimbulkan kesulitan saatberjalan. Bahkan boleh jadi menyebabkan terpeselet.(Syarah Muslim, 14/62)Sedangkan Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari,10/309-310 mengatakan, “Al-Khithabi menyatakanbahwa hikmah larangan menggunakan satu sandaladalah karena itu berfungsi menjaga kaki darigangguan duri atau semisalnya yang ada di tanah. Jikayang bersandal hanya salah satu kaki maka orangtersebut harus ekstra hati-hati untuk menjaga kakiyang lain, satu hal yang tidak perlu dilakukan untukkaki yang bersandal. Kondisi ini menyebabkan ……..

SeekersGuidance – The Spiritual Death of the Heart Through Excessive Laughter & the Prophet’s Moderate Sense of Humor – Answers

SeekersGuidance – The Spiritual Death of the Heart Through Excessive Laughter & the Prophet’s Moderate Sense of Humor – Answers.

Assalaamu’alaikuum warahmatullah wabarakaatuh…
Sahabat muslimah,
Apa yang membedakan antara batu koral dan batu mulia ?
Batu koral banyak ditemukan dimana2, sedang batu mulia tidak….dibutuhkan kerja keras untuk mendapatkannnya, usaha yang gigih karena terletak jauh di dasar bumi….
Itulah yang membuat batu mulia menjadi mahal harganya….dicari orang dimana2…berani bayar dengan harga yang tinggi karena mereka tahu “diamonds are forever”….
Sama2 batu tapi berbeda value-nya…
Sahabat muslimah,
Jikalau batu mulia aja mahal harganya….apalagi….manusia yang berakhlak mulia ya?? Kira2 berapa harganya? …hanya Allah SWT yang tahu…tp biasanya dalam kehidupan sehari2 kita dapat merasakannya….karena hati tak dapat dibohongi kan? Berasa-lah hati kalo ada orang yang berakhlak mulia dan tidak. Banyak hadits Rasulullah SAW yang menerangkan mengenai orang yang berakhlak mulia spt
1. Orang mu’min yang paling sempurna imannya ialah mereka yang budi pekertinya/akhlaknya paling baik
2. Orang Islam yang terbaik ialah orang Islam yang orang2 Islam sesamanya merasa aman dari gangguan lidah dan tangannya.
Dan masih banyak lagi…ciri2 orang berakhlak mulia yang Rasulullah SAW jelaskan kepada kita melalui hadits2nya.
Sahabat muslimah,
Karena kita semua…belum sebenar2nya berakhlak mulia…iya kan?
Yuk pelan2 kita benahi diri kita dari hal2 yang kecil dulu aja
Spt bayar zakat, memberi makan ke fakir miskin dsb deh…yah minimal
Orang2 di lingkungan kita merasa aman dari gangguan lidah dan tangan kitalah
Spt yang Rasulullah SAW sampaikan kpd kita
Berikut ada artikel bagus mengenai Resep Kecantikan Hati dari seorang sahabat muslimah, yuk rame2 mencoba Resep kecantikannya…

RESEP KECANTIKAN :

Untuk mendapatkan bibir menawan, ucapkan kata-kata kebaikan.

Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada diri setiap orang.

Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.

Untuk mendapatkan tubuh yang indah, berjalanlah dengan ilmu pengetahuan.

Kecantikan sejati terpancar dari jiwa. Kecantikan perempuan tidak tergantung pada kehalusan wajahnya, tidak terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuhnya. Tetapi…pada matanya; cara dia memandang dunia, karena dimatanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cintakasih dapat berkembang. Kirimkanlah ‘resep kecantikan’ ini kepada semua perempuan yang anda sayangi. Semoga resep ini dapat mendorong mereka memberi penghargaan pada dirinya sendiri.

wa’alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh

—-Original Message—– From:Djoko r. Soenadji [mailto:Djoko.Soenadji@petrochina.co.id] Sent: Tuesday, June 03, 2003 2:46 PM To: Susilowati Surachman Subject: Fw: SMS MUSLIM SELASA 3/6/03

dgn sedikit perubahan