Nasihat…Untuk Muslimah….

oleh: Syaikh Shalih bin Fausan Al-Fauzan

Nasihat untuk Wanita Muslimah

segala Puji bagi Allah, Tuhan segala sesuatu,
dan semoga shalawat dan salam-Nya
tercurah kepada Nabi kita, Muhammad sallallaahu’alaiihi wasallam,
demikian juga keluarga dan para sahabatnya.

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu
yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan
daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada
keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah
yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling
meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan
silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan
mengawasi kamu.” (QS An-Nisa [4] : 1)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara
kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke
dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya,
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau
ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putraputra
suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki
mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau
putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanitawanita
Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan
kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada
Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu
beruntung.” (QS An-Nuur [24] : 31)
Laki-laki telah diperintahkan untuk menundukkan
pandangannya dari melihat apa yang Allah larang, seperti
memandang perempuan dan melihat hal-hal yang dapat
menimbulkan gairah seperti gambar-gambar yang tidak
senonoh yang dilarang Allah untuk melihatnya. Hal ini
juga termasuk melihat dan mengintai aurat seseorang di rumahnya. Hal ini terlarang bagi laki-laki dan perempuan
karena dapat membawa pada perbuatan-perbuatan yang
tidak bermoral dan tidak senonoh. Ketika Allah melarang
sesuatu, Dia juga melarang segala hal dan jalan yang
mengarah kepadanya. Contohnya pandangan, karena
pandangan dapat menjadi jalan (dari perbuatan tidak
senonoh –pent). Nabi s bersabda: “Kedua mata berzina,
dan zina mata adalah pandangan.”11)
Pandangan adalah salah satu panah-panah syaithan. Jika
seseorang melepaskannya (pandangan –pent), sungguh itu
adalah sebuah panah beracun yang membunuh orang
yang melakukannya. Panah-panah itu kembali kepada hati
orang yang memandang.
Pandangan adalah anak-anak panah yang kembali pada
hati seseorang yang memandang, memukulnya,
mempengaruhinya, membunuhnya dan menyebabkan
kematiannya. Karenanya tidak satupun mereka boleh
memandang kepada apa yang dilarang Allah. Penciptaan
penglihatan dan mata ini adalah karunia, yang harus
digunakan manusia hanya untuk apa-apa yang
diperbolehkan Allah. Dia harus menggunakannya hanya
pada hal-hal yang diizinkan Allah dan menahannya dari
apa-apa yang Allah larang. Allah berfirman tentang lakilaki:
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya” (QS An-
Nuur [24] : 30), dan Dia berfirman tentang wanita: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah
mereka menahan pandangannya” *QS An-Nuur [24] :
31)….
bersambung….

http://www.raudhatulmuhibbin.org
e-Mail: redaksi@raudhatulmuhibbin.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s